Oleh Ust. Taufik Ismail, Lc (Kepala Sekolah Al Wildan Islamic School 2 Bekasi)

Bismillah

Sebagai seorang muslim tentulah dia akan menyadari betul bahwa panduan bagi dirinya untuk selamat di dunia dan akhirat adalah Al Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى {123} وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha: 123, 124).

Oleh Karenanya dia akan senantiasa berusaha menyibukkan dirinya dengan membaca serta mentadabburi  Al Qur’an.

Dan tentunya membaca Al Qur’an adalah salah satu amalan yang mempunyai banyak keutamaan di sisi Allah Ta’ala.

Salah seorang Sahabat ‘Nabi yaitu Abdullah bin Mas’ud – radhiyallahu’anhu – ia berkata : Telah bersabda Rasulullah – Shalallahu’ Alaihi wa Sallam:

منْ قرأَ حرفًا من كتابِ اللهِ فله به حسنةٌ ، والحسنةُ بعشرِ أمثالِها لا أقولُ : آلم حرفٌ ، ولكنْ ألِفٌ حرفٌ وميمٌ حرفٌ

” Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran) maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan yang semisalnya dan aku tidak mengatakan  الم  satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR.Tirmidzi no.2910, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At Targhib no.1416)

Selain itu, Beliau Shalallahu’ Alaihi wa Sallam-  juga menjelaskan bahwa sesungguhnya barangsiapa yang yang membacanya dengan tajwid , bagus , mutqin serta lancar, dan mengamalkan hukum- hukumnya, maka ia akan mencapai martabat Malaikat Al Muqorobbiin , hal  itu seperti yang diriwayatkan oleh  ‘Aisyah Ummul Mu’minin – radhiyallahu’anha –  ia berkata :

Rasulullah – Shalallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda :

الماهر بالقرآن مع السَّفَرة الكرام البررة، والذي يقرأ القرآن ويَتَتَعْتَعُ فيه وهو عليه شاقٌ له أجران

“Seseorang yang lancar dalam membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dengan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim no.798)

Allah ‘Azza wa Jalla juga menjelaskan kepada kita di dalam Al Qur’an tentang orang-orang yang senantiasa merutinkan membaca Al Qur’an baik itu siang hari maupun di pertengahan malam , dan beramal dengan hukum- hukum yang terkandung di dalamnya serta menjauhkan diri dari hal- hal yang bertentangan dengan isinya , merekalah orang- orang yang Allah sempurnakan pahalanya dan dilipat gandakan dengan keutamaan dari Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

{إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ، لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ}

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Faathir 29- 30)

Kiranya cukuplah bagi kita ayat dan hadits di atas sebagai pemberi motivasi dan nasihat kepada kita untuk senantiasa membaca Al Qur’an ,mempelajarinya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari –hari.

Semoga bermanfa’at
Bekasi, 17 Desember 2017

Rujukan : muqoddimah kitab Ghoyatul Muriid fii ‘Ilmit tajwiid  hal. 11- 12 cet. Daar Ibnil Jauzi, Cairo